Batu Zeolite

Baru zeolit merupakan salah satu jenis batu yang banyak tersedia di sejumlah wilayah di Indonesia, dimana ia berupa pecahan sisa batuan besar-besar yang telah diekspor ke luar negeri. Zeolit dikenal sebagai ion excharger, yakni salah satu penukar ion alami yang berguna untuk menghilangkan polutan kimia.

Memiliki kemampuan yang istimewa, tak heran jika batu zeolit sering dilirik dan digunakan di bidang industri. Di industri deterjen zeolit dimanfaatkan sebagai penukar ion, di industri minyak bumi zeolit dimanfaatkan sebagai cracking, sementara di industri pemurnian air ia digunakan sebagai penjernih atau juga pelunak air sadah. Tidak sampai disitu saja, masih banyak manfaat dari penggunaan batu zeolit.

Di bidang industri pemurnian air, kemampuan batu zeolit memang tidak perlu diragukan lagi. Terlebih lagi, ia mampu mengikat bakteri E. coli jika digunakan di dalam air sehingga aquarium atau kolam dengan batu zeolit akan terhindar dari bakteri yang berbahaya. Sehingga batu zeolit cocok untuk filter aquarium, bahkan apabila anda coba lihat bebatuan di filter aquarium dalam kemasan, hampir bisa dipastikan berisi batuan zeolit ini.

Batu zeolit atau pasir zeolit yang telah melalui pemrosesan akan berubah menjadi zeolit aktif/manganis yang berguna untuk menurunkan kadar besi atau mangan yang berlebihan di dalam air. Air dengan kadar besi yang berlebihan pada dasarnya dapat diketahui dengan berdasarkan ciri-ciri yang ditimbulkannya, diantaranya rasanya tidak tawar, bau amis dan terdapat kotoran halus yang berwarna cokelat, serta warna air akan berubah menjadi warna kuning kemerahan jika diendapkan selama 10 jam.

Untuk mengatasi kadar besi yang berlebihan di dalam air, digunakanlah zeolit untuk kadar besi 1-2 mg/liter, mengingat kandungan besi normal yang terdapat di dalam air ialah hanya 1,0 mg/liter. Namun, jika kadar besi yang terdapat di dalam air lebih dari 10 mg/liter, tidak disarankan menggunakan zeolite melainkan menggunakan feolite.

Perlu diketahui, zeolit yang terdehidrasi memiliki struktur pori terbuka dengan internal surface dengan wilayah yang besar, sehingga kemampuannya dalam mengadsorb molekul selain air juga akan semakin tinggi. Kemampuan zeolit mengadsorb ukuran molekul tersebut bergantung dari ukuran cincin dari jendela yang menuju rongga. Hal inilah yang membuat zeolit mampu melakukan penyaringan dengan baik, sehingga sangat cocok digunakan untuk pemurnian dan pemisahan.

Zeolit pertama yang mampu mengadsorb dan menahan molekul kecil ialah Chabazite (CHA), contohnya metanol dan asam forniat. Namun, zeolit pertama tersebut tidak mampu menyerap benzena dan molekul lain yang lebih besar. Di industri, Chabazite juga sering digunakan untuk mengadsorb gas polutan SO2 yang dihasilkan dari cerobong asap.

Hal yang sama juga terjadi pada zeolit-A. Zeolit A dengan diameter jendela berukuran 410 pm terbilang kecil jika dibandingkan dengan diameter rongga dalam yang ukurannya mampu mencapai 1140 pm. Akibatnya, molekul metana pun dapat masuk ke rongga, namun molekul benzena yang merupakan molekul lebih besar akan tertahan di luar.

Tambang Batu Zeolit untuk Filter Aquarium

Apabila saat ini anda sedang mencari suppller batu zeolit untuk filter aquarium anda bisa mendapatkan raw material batu zeolit di tambangbatu.com. Perusahan tambang batu di Blitar yang menyediakan berbagai macam raw material untuk industri. Harga batu zeolit langsung pabrik / produsen tangan pertama akan membuat anda bisa mendapatkan harga paling murah. Untuk informasi harga dan penawaran silakan hubungi kami di  (0342) 806-391 / 0822 3387 0040 / cv.mojoagung78@gmail.com