Batu Bentonit

Bentonit merupakan salah satu jenis bebatuan yang memiliki komposisinya tersusun dari 85% mineral lempung, dimana ia terdiri dari mineral montmorilonit (Mg2Al10Si24O60(OH)12(Na,Ca)). Bentonit terdiri dari 2 jenis, yakni Natrium Bentonit dan Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) Bentonit.

Natrium Bentonit memiliki banyak kandungan ion Na+ ketimbang ion Ca++ dan Mg++, serta memiliki kandungan Na2O lebih dari 2%. Jenis bentonit yang satu ini memiliki pengembangan yang cukup besar jika ditambah campuran air, sehingga kekentalan pH dari suspensi tersebut mampu mencatatkan angka 8,5 hingga 9,8. Sementara untuk Kalsium, Magnesium Bentonit pengembangannya terbilang relatif kecil, jika dimasukkan ke dalam air pengendapannya akan cepat dan tidak membentuk suspensi, dimana pH-nya sendiri ialah berada di kisaran 4 hingga 7.

Jenis tanah lempung Bentonit memang banyak dicari karena memiliki unsur-unsur dominan. Bahkan ada yang menyebut Bentonit sebagai produk hasil letusan gunung berapi dan mulai terbentuk dari adanya proses pelapukan abu vulkanik. Salah satu karakteristik yang disuguhkan dari lempung Bentonit ialah daya serap dan kemampuan muai yang bagus. Selain itu, ia juga memiliki kandungan yang baik untuk obat dan komersial.

Salah satu kegunaan Bentonit di dunia industri dan komersial ialah sebagai bahan untuk pembuatan cetakan pengecoran logam. Hal ini tidak terlepas dari sifat Bentonit yang memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap panas. Selain itu, ia juga memiliki daya ikat yang baik sebagai cetakan.

Sebagai lumpur pemboran, bentonit memiliki beberapa fungsi utama, diantaranya ialah :

  • Bentonit berfungsi sebagai pembawa kotoran untuk naik ke atas
  • Sebagai pendingin dan pelumas mata bor
  • Menaikkan daya suspensi air pembilas
  • Menahan tekanan air gas dan minyak yang keluar dari formasi bebatuan
  • Menahan dan memastikan kotoran bor tetap berada di dalam cairan pembilas, tujuannya ialah agar kotoran tersebut tidak mengendap meskipun kegiatan pemboran dihentikan atau berhenti sejenak.

Namun sebelum digunakan sebagai cetakan untuk pengecoran logam, bentonit harus melalui beberapa proses pengolahan. Pengolahan yang pertama ialah proses peremukan hingga mencapai ukuran 0,25 inch, setelah itu ia mulai dikeringkan pada suhu 480 derajat Fahrenheit, namun tidak boleh melebihi 750 derajat Fahrenheit. Pasalnya, ditakutkan karakteristik koloidal bentonit dengan alat rotary dryer akan mengalami kerusakan. Pada proses pengeringan ini juga bertujuan untuk meminimalisirkan kadar air yang dimilikinya, yakni dari 30 persen hingga hanya 8 persen.

Proses selanjutnya ialah penggilingan dan pengemasan. Bentonit yang telah dikeringkan akan digiling dengan menggunakan mikro grinder untuk memisahkan butiran 200 mesh sebagai classifyer. Dalam proses inilah pengecoran logam dengan menggunakan bentonite mulai berlangsung.